Alhamdulillah, dengan menyebut segala puji bagi Alloh yang telah mengatur semuanya dengan sangant apik dan teratur, kulipat kembali ratusan bandel ingatan yang tiba-tiba menyapa dan menari-nari di alam sadarku. Ketika membaca tulisan-tulisan itu, tamparan keras menghujami wajah keimanan. Katanya akhwat, tapi kok gitu? :'(
Semoga bisa lebih baik lagi~
Komentar pedas dari kawannya seorang kawan (mbulet kaan..) yang aduuhh.. menyadarkan diri ini lebih mantap dari kesalaha-kesalahan di masa lalu. Selama ada teman akhwat, kenapa tak tanyakan berbagai hal padanya? Tak perlu interaksi langsung terhadap lawan jenis, selama yg sesama jenis belum dimusnahkan dari muka bumi. Yak, aku pahami itu dan kuresapi lagi. Tak banyak yang bisa kulakukan... hanya merenung, mungkin. Berdo'a agar diri ini benar-benar terjaga dari apapun. Dan Alloh, semoga Kau tak bosan mendengar keluhanku setiap harinya :'(
Beberapa pemberitahuan berderet terpampang. Kupandangi satu per satu. Ah, hati ini tergoda untuk membalasnya. Tahaaann... tahaaaann... kamu pasti bisa! Alloh bersamamu...! Tekad bulatmu tak perlu kau runtuhkan sebab kerinduanmu yang hampir meledak-ledak itu. Alloh punya caranya tersendiri untuk menjawab pinta dan do'a-do'amu yang melangit. Tak usah paksakan diri hanya untuk memuaskan hati yang sifatnya 'sesaat'. Maafkaaan~ Aku hanya menunggu takdir-Nya menjadi nyata saja. Aku tak ingin berkehendak sendiri tanpa meminta persetujuan-Nya. Aku harus adakan rapat dan betul-betul bertukar pikiran dengan-Nya. Karena aku tak ingin kecewa (lagi) atas pilihanku sendiri.
Simbol <3 diduga berasal dari bentuk biji tanaman Silphium yang pada zaman dulu digunakan untuk aborsi. #8D
Ahaaa~ dan inilah bentuk biji tanaman Silphium itu... Hampir mirip yak :')
'Kurang dari TIGA'... kata-kata yang sempat memerah mudakan hati. Tak apa... bersyukur karena pernah mendapati dan merasakan. Tapi, itulah masa yang tak seharusnya diulang. Disimpan saja... Toh, rindu ini akan sampai pada muaranya... tanpa dipinta~
Dan dengarkan lagi hatimu...
Ada cinta tengah memanggil
Menyeru dan terus menyeru...
Menyeru dan terus menyeru...
Memberi tanpa pernah mengharap balas
Tengoklah hatimu...
Ketika kau sibuk mengejar,
Ada yang tengah setia menunggumu...
Menunggu sujud dan tangis isakmu,
Menunggu celotehan usai menunaikan rakaat,
Dia yang selalu kabulkan pintamu...
Tidak kah kau rasakan cinta yang luar biasanya?
Cinta tak bersyarat yang ditawarkannya,
Tak bernilai jika cinta-Nya telah kau dapatkan...
Balikpapan, 29 November 2013
05.35 wita
Biarlah Alloh yang mengatur ulang~
Rindu, Dira...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar