Entri Populer

~WELCOME~

hari ini dimulai dengan doa dan SENYUMan :)
karena SENYUM membuka kesempatan yang terkadang enggan terbuka
dian~

Kamis, 21 November 2013

Lautan Hujan DI.RA

Bismillah..

Hari yang diselimuti mendung di seluruh penjuru langitnya. Ada rasa nyaman... Bau hujan, lembab, dan tanaman-tanaman rindang yang basah, ah... aku menyukainya. Tentang sebuah perjuangan, tentang sebuah pengorbanan dan tentang sebuah penantian. Kenapa masih mengharapkannya? Pertanyaan klasik!

Hujan yang semakin deras, mungkin akan berakhir. Tapi, balada hati yang semakin semerawut ini, apakah akan usai? Sedang sebagian lainnya telah terbawa pergi tanpa tahu harus dilabuhkan kemana. Ada yang salah memang. Tapi, air yang jatuh tak pernah memilih untuk dijatuhkan dimana. Mata yang tengah tertutup dari pemandangan memukau lainnya, jika disalahkan sekalipun, mungkin dia tak akan menerimanya. Cukup satu. Walau tak hanya satu yang memercayakan penglihatan itu terhadapmu.

Mungkin menghilang sejenak adalah pilihan terbaik. Toh, kita tak akan dipertemukan lagi. Jalan kita sudah dibelokkan sejauh mungkin. Semoga saja tak ada lagi temu muka. Haaa~ polemik hati. Lingkaran yang awalny amembuatku nyaman pun, sekarang sudah tak berarti. Tak ada kekuatan dalam menyokongku di sana. Aku mulai kalut...


Di satu sisi, hati ini mantap untuk memilih jalur lain. Meninggalkan lingkaran yang lama dan mungkin, kita akan benar-benar dijauhkan. Menurutku itu baik. Kau bisa memilih jalanmu tanpa menghiraukan rasaku atau rasamu yang masih mengambang itu. Kau bisa kepakkan sayap masa depanmu selebar yang kau mau tanpa memerdulikan kehadiranku. Dan kau bisa bersama yang lain, yang sejalan dengan prinsipmu, yang searah dengan jalurmu, dan yang kau cintai tentunya. Tak perlu tanyakan bagaimana keadaan hatiku saat ini. Tenang... ada hujan yang selalu menggambarkan situasi saat ini. Lagi-lagi hujan, bukan senja :')

Ini bukan langkah untuk melarikan diri darimu. Hanya sebuah pilihan tersulit yang pernah disuguhkan di hadapanku. Aku bisa apa? Hanya bisa memilih! Aku tak bisa mengikutimu dan kau pun tak bisa mengikutiku. Aku lepaskan kau dengan berjuta rasa yang terpaut, dengan sejuta angan yang perna tergantung, dan dengan sejuta do'a yang selalu tercurah untuk keindahan masa depan. Ini curhat kah? Yah, sesuka kau sajalah mau menganggapnya bagaimana. Aku tak akan pikirkan lagi tanggapan mereka, orang-orang, dan siapa pun itu. Telinga ini sudah kebal dan nyaris tertutup.

Tak apa jika senja tak mampu menyenangkan hati lagi. Masih ada hujan yang setia menjatuhkan dirinya untuk kutampung dalam dekapan sepiku. Halah! Bahasanya kealayan banget! Aku tak sendiri.. Kelak aku pun akan menjadi sepertimu. Hidup dengan berjuta mimpi dan cara untuk meraihnya :') Dan satu lagi, aku memilihmu, masih memilihmu.

Di persimpangan jalan itu,
Kupandangi punggungmu...
Pernah ada harap yang menggamitnya
Pernah ada cinta di ruas-ruasnya...

Tapi hati yang tak tergapai,
Semu pun terasa syahdu di sini...
Terbiasa dengan derai air mata,
Terbiasa menunduk menyembunyikan...

Jalan yang tak pertemukan kita...
Leraikan dua tautan jiwa...
Hampir patah,
Terpapah lemah...

Akankan DI.RA kembali?
Lautan Hujan~
21 November 2013
09.44 wita
Akhirnya... aku melepasmu~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar