Entri Populer

~WELCOME~

hari ini dimulai dengan doa dan SENYUMan :)
karena SENYUM membuka kesempatan yang terkadang enggan terbuka
dian~

Kamis, 20 Maret 2014

Teleskop Mimpi #1

Bismillaah..

Perlahan menghilang,
Kelam awan bertabur kabut,
Menelungkupi tiap rindu menggantung,
Kilat syahdu memecah lentera hati,
Berharap semua pecah,
Berganti pelangi warna-warni,
Bersambut rindu Illahi...

Kata siapa langit yang mendung itu akan selamanya  mendung? Jika kau tunggu langit yang kelam pekat itu, dengan kesabaran full, kau kan temukan indahnya manik-manik langit yang akan bergelantungan sesudahnya. Ya, hujan setelah langit muram. Partikel-partikel kecil yang ramai bermunculan, hidupkan yang mati, suburkan yang tandus, bahagiakan yang tersudut pilu, menentramkan yang didera kemelut hati. Coba kau tengok langit yang terkadang kau caci maki itu. Ada kebahagiaan yang tersebar luas di sana. Masihkah timbul caci maki? Atau ada perasaan haru menyelimutimu? Semua itu adalah hukum relevansi sudut pandang. Semua orang punya pendapat masing-masing. Baik tentang hikmah hujan, maupun bencana di baliknya.

Melewati hari yang dipiasi hujan yang memanjang di suatu hari, teruslah kau pandangi langit. Tengoklah ke sudut langit sana. Apa yang kau dapati? Sebuah pelangi warna-warni menggantung manis melengkung bak memeluk langit yang kepayahan merintih, menangis. Kenapa? Hujan itu kuat, kan? Tak seharusnya di secengeng itu. Lagi-lagi, kembali ke relevansi sudut pandang.

Caci maki yang tercetus, berubah menjadi kekaguman luar biasa. Walau sekarang, aku tak pernah jumpai kilauan pelangi di ujung langit sana. Jujur saja, ada rindu ketika menantinya datang, namun nyatanya, pelangi tak pernah muncul. Hujan berkali-kali, namun pelangi tak sekali pun muncul. Ini bukan tentang teori 'asal-muasal terjadinya hujan', melainkan bagaimana kita menyikapi kejadian alam dengan bijak. Tak lagi memaki, tak lagi menyesali.

---------------------------hujan?

Apa gunanya hujan?
Kau akan mengerti arti kebahagiaan mengguyur hati ketika kemelut menimpa diri. Kemelut itu apa? Dimana atom positif bertemu dengan atom positif. Tak bertemu dan menyatu, melainkan pertentangan. Adanya perlawanan dahsyat.. dan akhirnya menyebabkan diri 'galau' a.k.a ber'kemelut'. Sesudah kesusahan, ada kemudahan. Inilah poin pertama apa gunanya hujan?.. Kau tak kan dapati hujan sebelum kau lewati mendung panjang menjalari langit. Tak mungkin hujan turun tanpa ada awan-awan berkumpul yang saling mengikatkan tiap molekulnya, lalu pada akhirnya.. tertumpahlah semua. Apa yang kau rasakan ketika mendung menyelimuti langit? Ada rasa was-was? Berpikir yang tidak-tidak? Jengkel? Marah? Gundah? Gulana? Oke, semua itu hanya proses, kawan. Sama seperti hidup ini. Kau akan lalui semua rasa itu. Tapi, ketika hujan mengguyur hati, apa yang kau rasakan? Kesejukan? Bau lembab? Gemericik merdu? Genangan dimana-mana? Banjir? Ups! Untuk yang terakhir, itu juga termasuk di dalam proses yang aku sebut dengan kebahagiaan. Mendung menderu, masih ditambahi dengan hujan menyebalkan, tak juga surutkan kemelut hatimu. Lalu, apa yang dapat obati semuanya?

Pelangi lebih penting daripada hujan, iyakah?
Jangan salahkan langit bila dia tak memberikanmu lebih. Siapa suruh menggantungkan harap pada makhluk ciptaan-Nya? Oke, fokus. Mendung dan hujan sudah kau lewati. Masalah masih terus memnbanjiri. Lalu, apa lagi yang bisa menyenangi hati? Bagaimana kalau aku tawarkan pelangi? Tak sukakah kau dengan warna-warni ajaib yang terotomatisasi saling melengkapii dan tergradiasi sempurna di langit? Tak ada cacat, melainkan kecantikan yang maha sempurna. Bila sesuatu yang cantik, imut-imut, warna-warni, penuh dengan keilmiahan, sains tersebar, ditambah ke-limited edition-annya, juga tak menarik hatimu untuk bangkit, kau harus ke psikiater! Temui Alloh!

Jadi, apa hubunganny hujan dan pelangi?
Hubungannya adalah.. merekalah penghubung antara duka dan sukamu. Perumpamaan sempurna tuk lukiskan teleskop masa depanmu. Jika hari ini kau bersedih, merasa kehilangan, dan kehilangan arah tuk tentukan arah jalan pulang, aku tanpamu butiran debu *EH!, percayalah kawan, esok semua akan berkilau bersama air yang dipiasi cahaya mentari atau bulan temaram yang mengintip di balik awan. Semua akan indah pada waktunya. Bersabarlah! Kegundahan dan rasa lelah menangisi semua yang terjadi itu akan disambut dengan warna-warni indah kado dari-Nya. Kau yang bersedih, pasti akan bahagia. Kau yang kehilangan, pasti akan bertemu dengan yang lain. Kau yang tersesat, pasti akan ditunjukkan jalan yang benar. Just believe!

--------------------------pelangi~

Bingung dengan tulisan ini? Ini hanya sebuah perumpamaan hati yang sudah kukombinasikan dengan perpaduan manis antara mendung, hujan, dan pelangi. Jika kau menangkap maksudnya dengan maksud yang berbeda dari makna sebenarnya, kita kembali lagi pada 'hukum relevansi sudut pandang'.

Untuk cita yang tergantung,
Cinta yang tak bersambut,
Harap yang memudar,
Semangat yang kembali lahir,
Kemilau yang pudarkan resah,
Ada mereka...
Ya, ada mereka...
Pasukan luar biasa..
Kombinasi alam...
Mendung...
Hujan...
Pelangi...



Diani's
Balikpapan, 20 Maret 2014
21.22 wita

2 komentar:

  1. Keren yaa blognya... :) Subhanallah recommended deh #NgarepDiajarinNulis

    BalasHapus
  2. Tulisannya Rizka juga bagus-bagus, loh..
    Ane juga baru belajar nulis.. Saling menguatkan di dalam tulisan ajeee :)

    BalasHapus