Entri Populer

~WELCOME~

hari ini dimulai dengan doa dan SENYUMan :)
karena SENYUM membuka kesempatan yang terkadang enggan terbuka
dian~

Sabtu, 15 November 2014

Hijrah #2

Dan sayang, langkahku masih di sini. Di bumi nan luas yang tawarkan gemerlap tawa semu. Aku masih di sini, Sayang. Menunggu pagi dengan tangan menengadah dan tangis yang memecah langit. Aku masih di sini. Dengan semangatku yang terkadang naik-turun. Masih menunggu.. menunggu Dia tepati janji-Nya. Ya, aku masih di sini, Sayang. Setia bersamamu, arungi mimpi-mimpi baru kita. Ya, aku masih setia--hijrah..


~***



"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan darang kepada (Alloh) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba." T. Q. S. Maryam 19: 93

Di kala tak ada lagi tempat untuk mengadu, seketika semua menjauh, tak ada kawan yang menghibur, seolah-olah bumi dan langit menghimpitku--aku sendiri--menyesali hidup yang kusia-siakan, berbangga pada dosa, lalu aku tersadar. Dengan rasa malu bercampur butuh, aku mengambil wudhu, mencoba peruntungan, gelaran sajadah memanjang, aku hanyut...


 Sourced: Google



Lelah payah memelihara iman. Terkadang naik, terkadang turun. Belum lagi orang-orang di sekeliling yang terkadang mengharuskan diri untuk mencaci. Lega rasanya, tapi setelah itu ada sesal. "Kenapa diri tak jua bersabar?"
Lain lagi ketika berusaha berbuat baik, berubah untuk perbaiki akhlaq, menjauh sejenak dari kebohongan janji "akan menjadikan baik" itu, diri masih saja dianggap salah. Yaaaah.. inilah nasib bagi seseorang yang BARU di dunia yang baik ini--jalur para hamba Alloh.
Ada kalanya 'istiqomah' itu begitu berat untuk kupikul, menikam ketika kupeluk, dan menusuk-nusuk ketika kuperkuat genggaman padanya. Tapi, kalau aku tak istiqomah, bukankah semua akan sia-sia?
Kesempatan untuk bertemu dengan-Nya bagaimana?
Ah!


~***



Dan kawan, HIJRAH itu begitu mudahnya. Ketika hidayah telah merasuk, maka seketika diri yang dipenuhi najis itu akan tersucikan dengan sendirinya. Tapi, ISTOMAH-lah yang terberat dalam fase selanjutnya. Dimana aku pun menemui halangan dan rintangan di setiap lini juangku. Adaaaa saja yang membuat hati kembali menjadi batu. Dan bagiku, inilah proses ternyaman yang diberikan-Nya. Mau mendemo? Tidak perlu! Nikmati saja! Selagi masih dapat sholat, selagi masih bisa bersujud di hadapan-Nya, selagi bisa berkeluh-kesah dengan-Nya, tak akan ada kata letih untuk mengarungi segalanya.


~***



Robb, izinkan aku untuk kembali pada-Mu dalam keadaan iman yang utuh, tak kurang sedikit pun sebab manusia yang selalu recoki hati dan mnegusik hawa nafsu. Tetapkanlah hatiku pada agama-Mu yang lurus, sebab aku telah cukup mencicipi panasnya maksiat. Sudah, cukup. Aku ingin kembali pada-Mu, seutuhnyaaa...



DI
15 November 2014
13.05 wita
Langit runtuh! Hujan!