Entri Populer

~WELCOME~

hari ini dimulai dengan doa dan SENYUMan :)
karena SENYUM membuka kesempatan yang terkadang enggan terbuka
dian~

Senin, 23 Desember 2013

Temukan Aku #11

Bismillaah...

Berapa ujian yang sudah terlewati? Membayangkan apalagi yang akan terjadi di depan sana aja kayaknya sudah ciut duluan :'( Padahal, sering banget nguatin orang-orang di sekitar. Tapi nyatanya? Aku lemah, meeen... Penghujung tahun yang dihujam ujian bertubi-tubi. Oke, anggap saja ini bonus. Masih teinget banget deh kata-katanya dia. Gini deh... kalau sampai tahun depan aku belum nikah, entah apalagi yang akan menghadang. Pasti makin gencar ajetuhh...

Aih! Alloh yang bekengin semuanya kok. Harusnya sih, nggak boleh khawatir. Harusnya sih, aku kudu tenang. Harusnya sih aku nggak boleh cengeng. Harusnyaaaa... Iya, oke.. tadi sempet  nangis dikit. Nggak kuat rasanya. Tapi, katakan saja sama si masalah "Hai masalah BESAR, ada Alloh yang JAUH LEBIH BESAR!" Apa yang perlu ditakutkan, yan? Nggak ada! Iya, nggak ada... Harusnya~

Masih adakah yang rutin menanyakan kabar lagi? Iya, masih ada. Walaupun nggak rutin. Sayang, keadaan bener-bener nggak kondusif. Mulai dari prinsip yang dipermasalahkan. Mungkin ujung-ujungnya bakalan diusir dari rumah, mungkin. Sampai masa depan yang semakin buram. Aku sudah atur semuanya, kok. Tapi, lagi-lagi... Alloh berkehendak lain. Boleh nangis nggak, nih? Hiks... pinjam pundaaaaaakk~

Perjuangan yang nggak ada akhirnya. Hari ini begini, besok tak tahu akan seperti apa. Kepala ini isinya udah nggak karuan. Pasti kuat! Ya, pasti kuat! Senyum... senyum... nggak boleh kalah sama keadaan. Sekalipun keluarga ngebenci dan semuanya nggak berjalan baik, ada Alloh di balik ini semua dan semua akan indah pada waktunya. Nggak tahu deh kapan bakalan indahnya. Yang jelas, Alloh nggak mungkin ingkar janji, kan? Mau cerita sama siapa selain ke Dia dan layar bisu ini?

Satu hal. Terkadang diri yang terlalu penat ini, pengen rehat sejenak dari semua kepiluan dunia. Argh! Alloh Maha Adil... Dan kalau ditanya kabarku hari ini, aku tetep ngejawab, "Alhamdulillah... baik!"

Mau ada yang baca ini tulisan atau nggak kek, peduli amat, deh... Untuk mereka yang suka kepo, mungkin ini konsumsi publik yang yahut. Tapi, untuk dia yang terkadang suka nyari kabar tentang keadaanku, mungkin ini sedikit membantu. Haaa~ Jodoh, masa depan, cita-cita, keluarga, iman, Islam, mati...

Apa yang mau diperjuangkan?
Alloh, peluk aku... :'(


Balikpapan, 23 Desember 2013
21.24 wita
Tak lagi bersinar...
Binarnya meredup...
Mungkin, kelak akan mati!

Sabtu, 21 Desember 2013

Alur~ Buntu!


Kampus bertingkat...
Kampus belantara...
Hujan...
Seminar...

Semua terputar di situ-situ saja. Pertemuan dan perpisahan. Selalu di sekitar bilangan itu. Ah, pilihannya ya hanya empat. Sudah jelas! Selain itu, kita tak akan pernah dipertemukan. Percaya atau tidak, itulah kenyataannya...

Muara yang tak berujung... itu juga bukti bahwa semuanya terus mengalir. Ikuti irama dan gemericik air yang hanya mampu diresapi oleh hati. Memori-memori yang telus berlarian dan masa terus menangkapinya, semua mulai usang tertutup sesal. Ada harap.. dan kau tahu itu. Biarkan aku terus begini tak akan ubah satu hal pun dalam dirimu. Tak percaya? Ayo, kita buktikan!

Hujaaaann... ah, kunikmati lagi wanginya. Lenyapkan badan ini diantara gerimis dan rintik kecil. Apa bedanya? Haha! Gerimis di mana-mana. Masih kuingat saat itu. Gerimis di lantai 3... menanti dan terus menanti.

Mendung. Gerimis. Becek. Basah. Lembab. Lantai tiga. Kerumunan orang. Tangis dalam hati. Rindu. Pertemuan. Perpisahan. Biskuit isi coklat.

Tersebut namamu. Lagi-lagi, dikala rintik hujan. Do'a akan naik ke langit. Temui Sang Maha Kaya. Semoga terkabul. Atau tersimpan sampai waktunya tepat. Dan Al-qur'an yang bernama itu bisa temui dan berkumpul dengan pemiliknya... ~

Rindu yang menggantung.. Rindu yang memecah langit hati.. Rindu yang jatuhkan gemericik airnya.. Rindu... Rindu...

 
Balikpapan, 21 Desember 2013
22.54 wita
 
Entah, di kepalaku hanya ada memori di tanggal 20 dan 21 di bulan Agustus. Ada apa denganmu? Kau baik-baik sajakah?

Kamis, 19 Desember 2013

Enyak... aku padamu~


Ini foto diambil pada awal tahun 2013
sebelum hijrah...
sebelum aku meninggalkan kegelapan...
 
 
Banyak hal yang berubah. Mulai dari sikap, penampilan, akhlak, dan iman. Namun, hanya satu yang tak berubah, malahan bertambah. Ya, rasa cinta yang meningkat tajam kepada sosok itu. Sosok yang menguatkan langkah dan hatiku. Enyak! Eh, kalau beliau ngebaca kata 'enyak' itu, bisa ngomel-ngomel nih, hehe... Piss~ Aku biasa memanggilnya IBU. Perempuan yang dulu selalu mengomel saat aku males mandi (sampe sekarang masih suka males sih, hehe...), merawatku bahkan nggak tidur kalau aku sakit, nungguin aku di ruang tamu kalau aku belum pulang sekolah alias telat pulang, selalu ngelindungin dan belain aku.. walaupun aku salah. Ibu yang sabarnya bener-bener nggak ada habisnya...
 
 
Nyak, asal tau saja... Andai dulu Alloh tak sentuh hati ini dengan hidayah-Nya, mungkin sampai saat ini kau masih menitikkan air mata sakit karena sikap dan perilakuku. Entah, berapa kali hatimu kuhancurkan dan engkau masih berikan maaf padaku. Bahkan, dulu... hanya saat Idul Fitri aku meminta maaf padamu. Bu, jika ditanya, untuk siapa semua yang kumiliki sekarang kupersembahkan? Jawabannya dua, Bu. Alloh dan dirimu~
 
Kupandangi sosokmu..
Walau keriput menghiasi wajah,
tak pernah pudar senyum pelipur lara...
Selalu pancar cinta di balik kemelut...
 
Wahai malaikat Alloh..
Sutra pun tak mampu tandingi lembut belaianmu..
Seratus jamaah pun tak dapat tandingi ridhomu..
Dan sejuta cinta di bumi ini, tak mampu lenyapkan cintamu padaku...
 
Yaa Robb...
Jika kau tetapkan hari itu..
Ijinkanlah kulukiskan bahagia di hatinya..
Antarkannya dengan kesholehanku..
Terangkat padanya atas kemuliaan~
 
Aamiin~
 
 
Balikpapan, 19 Desember 2013
23.43 wita
hari ini nggak ada ketemu Enyak :'(
muah!

Selasa, 03 Desember 2013

Temukan Aku #10

Bismillah...


Deretan kata-kata itu membelalakkan mata. Nikah muda? Siapa yang tak mau? Itu impianku bukan? Yaa Robb, inilah jawaban atas do'a yang terpanjatkan. Tapi, prinsip kami... beda~ Tak akan ada yang mau menerima perbedaan prinsip. Lelaki yang luar biasa mana pun pasti tak dapat menerimanya. Ini pula yang menjauhkan aku dengannya. Dan kini... berita itu dibawa. Nikah muda. Ditawari dengan kawan dari kawan yang lain. Lagi-lagi... ini seperti flash back. Dulu pun ini pernah terjadi. Herannya, setiap ada tawaran itu... hatiku tak mantap lagi untuk menikah. Padahal, di atas sajadah... keinginan itu sangat menggebu. Hiks~

Nikah muda, yaaaan? Masih ragu? Iya, ragu! Beda holaqah! Kenyataan tak berpihak! Iya, kenapa holaqah menjadi penghalang? Tidak, bukan penghalang. Tapi itu prinsip! Tak mungkin mendidik anak-anak kelak dengan ilmu dan ajaran yang berbeda. Mau jadi apa mereka nanti? Ah!

Biarlah Alloh yang aturkan seemuanya untukku.. Semoga ini tak berkepanjangan~

Itu... dia yang di sana... emmm.. tak taulah...

 
 
Telah lengkap kemustajabannya,
Ada aamiin dalam do'a,
Tertunduk pasrah,
Mengharap diam,
Terluka lebih lama dalam sedih...
 
Muaranya telah memanggil,
Tuk sempurnakan dien,
Alloh ijabah tiap lantunan do'a
Sepertiga malam saksinya...
 
Kenapa ragu menghinggap?
Sedang Alloh meluluskan,
Yakin pun tak lagi ada,
Aku hanya... inginkan yang sepaham...
 
Tak ingin ulangi kecewa,
Sungguh...
Sakit mencekam saat melepaskan
Terpilih walau buram
Di masa depan masih tak tampak...
 
Balikpapan, 02 Desember 2013
Penghujung~
Haruskah?
23.58 wita


Senin, 02 Desember 2013

Catatan Hujan...

Bismillah...

Kusyukuri atas kehadiranmu,
Tak banyak kisah terukir,
Tapi rasa pantas itu telah pasti,
Menyesapi gerai hari...
Lewat rintik kecil air,
Jalan tak berujung,
Juga bangunan bisu...

~Hujan dan Kampus Belantara~

Taraaaa... akhirnya sampai juga di gedung yang sudah tak asing lagi bagiku. Perjalanan jauh yang ditemani rintik hujan sepanjang jalan, menimbulkan berbarel-barel syukur atas keselamatan dan keutuhan diri yang diberikan-Nya. Dengan ringan langkah kaki ini memasuki gedung itu. Terus berjalan, menaiki tangga, berbelok ke kiri, jalan terus lagi, dan berhenti di sudut gedung di bagian sisi sebelah kanan. Sebuah ruangan yang menjadi tempat favoritku... yap, Musholla. Di sinilah tempat teraman dan ternyaman untuk mengadukan dan tunaikan sunnah. Haaa, 3 tahun mimpi itu tergantung. Dan kini, diri ini ada di gedung yang dulu aku impikan. Rasanya untuk memimpikan kaki ini menginjak-injak lantai gedung ini saja nggak mungkin bangeeett. Tapi hari ini, Alloh berkehendak lain dan selalu ijinkan aku untuk terus menggapai mimpi. Ck, inilah serunya~ Aku pun selalu mengagumi hal-hal kecil di sana. Kagum pada sajadah-sajadah yang tak pernah beranjak dari lantai Musholla. Kagum pada arah kiblat yang tak berubah. Kagum pada tulisan-tulisan di papan, juga foto-fotonya. Kagum pada beberapa sendal jepit yang tersedia untuk mereka yang ingin tunaikan sholat. Juga pada Al-qur'an cantik nan elegan, namun berdebu tebal karena tak pernah dibuka :')

Gedung ini adalah tempat untukku dulu. Mimpi-mimpiku banyak kugantungkan di tempat ini. Namun kini, bukan mimpi lagi yang menggantung, melainkan kisah abstrak yang tak pernah aku tuliskan dalam naskah kehidupanku. Oke, aku tak menuliskan, tapi ternyata... Alloh-lah yang sudah tuliskan itu. Hiks~ Ingin rasanya melantunkan Ar-Rohmaan di dalam gedung itu. Loh? Yasudah, ini impian yang baru tercetus. In syaa Alloh, next time hal itu pasti terwujud. Di dalam Musholla-nya... akan kulantunkan Ar-Rohmaan setelah tunaikan sunnah atau fardhu. Di gedungku pun rasa-rasanya aku belum pernah lantunkan surah itu. Kalau di gedung belahan lain, pernah sih... Ah, ngerancu gini~

Bingkisan Alloh yang lainnya pun tengah menunggu. Sayang, hati ini telah diburamkan dari warnanya yang awal. Sudahlah... toh, Alloh telah wujudkan dan kabulkan do'a. Dia satukan rindu pada muaranya. Ya, seketika itu pula rindunya meluap. Tak tinggalkan bekas, seperti air yang terus dipanaskan. Tak ada sisa air, melainkan partikel-partikel kecilnya yang menguap bersama udara. Begitulah... tak bersisa... tak berbekas... Hanya sajadah dan ruangan itulah yang menjadi saksi bisu. Mereka mendengarkan, tapi memilih untuk diam.



 
Ada do'a di sudut ruang,
Ada rindu di sudut mata,
Ada cita menggelayuti,
Ada kisah yang menyebar,
Ada kita di sana...
Juga hujan dan kampus belantara...
 
 
Ulangi lagi
Balikpapan, 01 Desember 2013
Catatan di awal Bulan,
Pembuka kisah baru,
Penemu rindu...