Entri Populer

~WELCOME~

hari ini dimulai dengan doa dan SENYUMan :)
karena SENYUM membuka kesempatan yang terkadang enggan terbuka
dian~

Rabu, 30 April 2014

Pencari Kebenaran #6

Bismillaah...

Tiada satu nikmat pun yang diturunkan selain dari-Nya...
Apa pun bentuknya...
Baik senang, maupun sedih...
Selalu bersyukur...

Keep calm and always say 'Alhamdulillaah'...

 . . . . . . . . always need Alloh~

"Alloh pasti akan menolong orang yang ingin menikah agar dirinya terjaga atau terhindar dari dosa." [H.R. Tirmidzi: 1655]

Segerakan atau akan ada yang menggelayuti hati terlalu jauh!

Ini hanya sebait teks yang dikirimkan oleh seorang kawan yang selalu menginspirasi hari-hari dengan ayat-ayat-Nya dan hadist. Menampar jauh ke dalam hati, membangunkan iman yang tengah terpuruk, dan melambungkan semangat yang sempat terpapah.

Kenapa harus soal nikah lagi, sih? Mumet banget, lah!
Maaf, ini hanya penyemangat buat mereka yang masih menanti. Penyelaras langkah di tengah perbaikan. Dan inilah bonus yang dijanjikan-Nya. Kebahagiaan dan pelengkap! Bukan sekedar omong kosong.

"Jangan kau pikir setelah menikah kau tak harus siapkan perbaikan lagi. Malah di sanalah kau bangun lebih banyak perbaikan dan tameng. Godaan dan ujian akan terus menghantui. Sedang nafsu? Jangan kau sangka semua akan mati setelah kau menikah. Tapi, di sanalah titik perjuangan terindahmu. Dimana semua harus kau bagi. Susah dan senang harus siap kau pikul berdua. Tidak sendiri lagi. Tidak dengan pundak seorang diri lagi. Melainkan, berdua. Dan jelas, berdua akan terasa lebih ringan bila dibandingkan dengan seorang diri."

Plakk! Ini adalah pesan dari seorang kawan yang akan segera menikah. Semoga Alloh mempermudah langkah dan niat muliamu itu. kawan. Aamiin...

Lalu, apa peduliku tentang menikah?
Tak ada! Hanya senang saja ketika membahas hal-hal yang ekstrim kayak gini. Kesannya menantang takdir. Jiaaahh... Ampuuunn... ini cuma opini penulis, kok.

That's the point! Kalau ane sudah getol banget ngebahas masalah ini, pasti dipikirnya ngebet. Padahal, dari pembicaraan-pembicaraan ringan itu, ane bisa belajar banyak hal. Baik dari yang sudah berpengalaman atau yang masih amatiran. Hehehe... Asal tau aje, sekarang itu nggak banyak loh anak seumuran ane yang siap nikah. EH, gue juga belum siap, sih. Tapi kan seenggaknya, kita kudu nyiapin mulai dari sekarang. Jadi kesannya nggak kagetan gitu. :D

Halah! Sok menggurui banget, deh. Intinya aja, lah.

"Maka segerakanlah kebaikan itu."

Mau nunggu apa lagi?  Sono, CV plus proposalnya segera diurus dan diluncurkan ke tempat yang dituju. Heheh! *pisss*

. . . . . . . . . . . . . . . always Alloh~


Balikpapan, 30 April 2014
10.31 wita
Di penghujung bulan...
Akhir dari magang...
Nyuri waktu buat #ODOK..
#yosh !

||Diani's||

my pink~

Senin, 28 April 2014

Teleskop Mimpi #2

Sini! Aku punya kisah yang mau aku bagi. Kamu mau mendengarkan? Ah, bagaimana kalau kau siapkan susu-kopi hangat dan sepotong roti bakar untuk temani kita? Temani sebaris kisah yang telah terangkum bersama rintik-rintik hujan, hawa dingin, juga awan kelabu...
Yak, siap-siap, ya? Satu... dua... tiga...


. . . . . . . . . . . . . . . . . . ada kita?


Mungkin nanti akan ada sekelumit hati yang tengah tersipu malu...
Saling menatap dan memerhatikan satu sama lain..
Tangan tergenggam dan tawa terselip..
Kita bercengkrama..
Di bawah pekatnya malam dan ribuan kerlipan bintang temaram..
Ada kisah yang kita bagi..
Mungkin di sela dingin pun ada hangat yang menyeruak..
Sepotong roti bertabur stroberi..
Semanis rasa dan lembut teksturnya..
Terlahap rapi hingga menyatu melebur..
Ya, dalam lantunan indah dua sejoli menautkan visi-misi..
 

Atau..
Bersama manisnya sepotong roti yang tiap potongnya di aliri hangatnya kopi susu..
Kita beradu pandang lagi..
Tertawa..
Dan larut kembali, menampikkan galau yang dulu pernah hadir..
Mengiyakan takdir yang saat ini memilih kita..
Sepasang kisah klasik terbungkus cantik nan rapi..
Kado spesial kita..
Malam yang lagi-lagi jadi saksi..
Atas rasa yang dulu menggantung..
Dan kini tertaut dalam ikatan se-iya se-kata..
Ya, apa kata-NYA?
Kita menyatu untuk tuntaskan dingin..
Melebur ciptakan kehangatan..
Ya, kitalah sepotong roti hangat yang manis..
Dan kita juga secangkir kopi susu yang tercampur sempurna menghangatkan satu sama lain..
Mencengkram dingin..
Berdua..


. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Balikpapan, 28 April 2014
Ada kita (lagi)?
Di penghujung hari..
Akhirnya kita lengkapi dien..
Barakallohu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fii khair..

||Diani's||