Bismillah...
Apa kabar kawan?
Semoga dalam keadaan baik dan Alloh selalu menyertai dalam setiap langkah dan perjuanganmu.
Aamiin~
Teruntuk kalian yang pernah singgah sesaat di hidup ini...
Tak banyak kata yang harus aku tuangkan untuk kalian. tapi, inilah ungakapan dan penghargaan atas kebaikan hati kalian yang nilainya tak seberapa. Bukan sekedar coretan tak bernilai, melainkan catatan kecil yang mungkin akan kalian tengok dan jadikan pengobat rindu padaku (ngarep).
Tiap cinta, kenangan, kebahagiaan, rasa nyaman, aman, kekaguman, rasa hormat, kepercayaan, tawa, bahagia, percaya diri, dan semangat baru... telah kalian tularkan padaku. Walau kini keberadaan kalian entah ada dimana, tapi aku yakin... kelak, Alloh akan pertemukan kita. Entah pertemuan singkat atau akan dijadikan saudara dan kawan lagi, biarlah Alloh yang mengatur.
Berapa banyak cerita yang telah kita rajut hingga menjadi buntelan-buntelan pengalaman serta ingatan dalam memori otak yang mungkin tengah menyelip saat ini?
Satu, dua, tiga, seratus, dua ratus? Ah, berapa pun banyaknya itu, tak akan berarti saat kita kembali bertemu dan menguraikan kembali kisah-kisah lama kita sembari menikmati senja atau malam yang ditemani dengan minuman favorit kita, juga cemilan-cemilan ringan yang mendukung. Aku akan menantikan itu, kawan... :)
Teruntuk kalian yang dulu pernah menjadi sahabat, lalu pergi...
AH, kebersamaan kita tak terhitung berapa lama dan seringnya. Susah, senang, tawa, bahagia, canda, tangis bahagia dan lara, perjuangan, cita-cita, mimpi, angan omong kosong, cerita cinta,
cinlok, ngambek, cemburu, marah, berlari, kehujanan, kepanasan, makan bareng, saling olok, ah... benar-benar tak terhitung apa saja yang telah kita lewati. Begitu pula dengan mimpi kita yang akan selalu bersahabat hingga nanti kita menikan dan akhirnya memiliki anak, lalu anak-anak kita pun akan saling bersahabat pula. Manis sekali...
Tapi sayang, mimpi hanya menjadi sekedar mimpi. Aku yang tak pernah menghubungimu lagi karena taku t mengganggu aktivitasmu yang sekarang dan kebahagiaanmu dengan sahabat-sahabat barumu, juga waktu yang kupunya sudah tak sebanyak dulu. Huh! Sesak rasanya ketika mengingat memori-memori indah yang telah kalian tinggalkan dengan manis di ingatanku. Dan ternyata, kaupun melakukan hal yang sama terhadapku. Lebih memilih untuk tidak menghubungi satu sama lain.
Dan sahabatku yang termanis..
Tak ada kata 'substitusi' di hati ini
Kelak jika kau kembali ingat padaku,
Dan kembali pada posisimu dulu,
Dengan tangan yang terbuka lebar...
Aku akan menyambutmu,
Dan meletakkanmu kembali,
Pada ruang spesial yang sedari dulu kusiapkan,
Hanya untukmu...
Teruntuk kalian yang sedari dulu melengkapi hati dan hidup ini...
Betapa seringnya aku ditinggalkan. Hal itu, menjadikanku tangguh tak tertandingi. Begitu pula dengan datang. Begitu banyaknya sampai-sampai aku sering melupakan kehadiran mereka. Terlepas dari mereka yang hilir mudik datang dan pergi, ada mereka yang hingga kini tetap pada posisinya. Tak meninggalkanku walau sejengkal langkah sekalipun saat aku di puncak ataupun ketika aku berada di posisi terendah bumi.
Ya, aku mengenal mereka dengan istilah
KELUARGA. Mereka tak pernah berhenti menyokongku dalam perihal materil maupun moril. Apapun yang terjadi, mereka berada di belakangku tanpa meminta lebih. Tak ada kata bosan dan lelah. Demi Alloh, semua suasana hati dan perjuangan, hingga persoalan hidup yang memekik hati, sudah kualami di lingkaran ini. Hal-hal yang belum mereka rasakan, aku sudah lewati itu semua. Ah, mungkin belum semua... beberapa. Dari sinilah langkah dan niat ini terbentuk dengan gagahnya. Tak ada lagi hati yang lemah atau langkah gontai tak tahu arah. Mereka mengajarkanku banyak hal. Dan mereka pulalah yang memberikanku keluasan dalam memilih dan menentukan hidup.
Selain mereka ada dua lagi yang tak pernah meninggalkanku walau satu detik pun. Jangankan satu detik. 0,000000000000001 detik pun Mereka tak pernah tinggalkanku. Siapakah Mereka? Ya,
ALLOH SUBHANAHU WA TA'ALAA dan
ROSULULLOH. Haruskah diuraikan segala Ramhat, Karunia, Hidayah, Rizki, Kesempatan, Do'a, dan apapun yang aku dapatkan di dunia ini dan akhirat kelak? Allohu Rabbi... tak ada kata sesal telah Kau ciptakan aku untuk meniti kehidupan di dunia ini, serta menjadi salah seorang Umat Rosul. Alhamdulillah... Alloohumma Sholli 'alaa Muhammad.
Tik... tok... tik... tok...
Detik pada jarum jam menghentak
Tak berhenti walau langkah ini selalu terhenti
Tersadar akan satu hal...
Masa tak mengikuti mauku...
Detik itu akan terus menghentak
Sampai habis masa dunia
Sampai diri ini ditentukan...
Atas dasar keimanan,
taqwa yang terbawa dari keluarga,
dan
kecintaan pada akhirat...
Teruntuk kalian yang saat ini ada di langkah yang sama...
Kalian luar biasa! Pendatang baru yang perlahan-lahan mengambil posisi sebagai penyokong hati, menguatkan dalam setiap langkah, tak pernah berhenti untuk mengigatkan akan kebaikan, dan senantiasa bersabar dalam menghadapi kebobrokan iman dan diri.
Tanpa kusadari... diri ini telah banyak berhutang budi pada kalian. Dan aku, aku seperti 'kacang yang lupa akan kulitnya'. Lupa akan kebaikan yang kalian bawa untukku, pura-pura tak mengtahui keberadaan kalian, menutup mata dari segala hal yang behubungan dengan kalian, dan melarikan diri dari kalian.
Maafkan diri ini yang terlalu salah dalam menilai kebaikan yang tengah kalian tebar untukku. Maafkan segala khilaf yang telah kuperbuat terhadap kesucian diri kalian. Maafkan...
Entah, bagaiman ceritanya sehingga aku dapat dilupakan dari itu semua. Kalian yang berarti, tiba-tiba saja menjadi tak berarti di mataku. Tapi, apakah itu berpengaruh terhadap kehidupan kalian? Jelas tidak! Karena keberadaan kalian akan lebih bermanfaat di mata yang lain.
Satu hal yang kutahu saat ini... aku akan menguatkan segala tali yang mulai terurai longgar ini dan akan kusatukan lagi simpul yang mulai berantakan. Persaudaraan dan persahabatan yang sekarang, akan menjadi sejarah baru dalam hidupku. Melukiskan tiap perjuangan kita dengan indahnya dan akan tersimpan dengan cantik di tiap buku bersampul cantik yang menggoda siapapun untuk membacanya.
Kita satu, tapi aku yang menceraikannya. Maaf....
Teruntuk kalian yang menggantikan posisi itu...
Kenapa harus kalian? Tidakkah hanya ada satu orang yang menggantikan posisi itu? Ah, tidak! Dengan berbekal pengalaman ditinggalkan dan kehilangan, aku mencoba untuk menutup diri. Tapi kenyataannya? Alloh berikan pengganti. Mereka para sahabat baru yang selalu menyemangati, menjadi tempat sampah abadi, berbagi apapun, kawan berpetualang, dan masih banyak lagi, kini tengah berada di zona ternyaman dalam bagian hidupku. Mereka yang menjadi penyemangat dengan berbagai versi sifat dan cara mereka, benar-benar sukses mencairkan hati yang beku. Hei, makasih ya! :)
Dan untuk pengganti yang lain, sudah... biar Alloh, aku, kamu, malaikat, dan para setan yang selalu mengusik saja yang tahu segalanya. Biarlah yang lain hanya tahu kisah dari 'katanya' tanpa tahu kebenarannya. Cukup menyampaikannya dalam tiap do'aku dan do'amu. Sudah... disudahi saja. :)
Teruntuk kalian yang berteman atas dasar rasa penasaran kalian terhadap masalah dan diriku...
Terima kasih atas waktu yang kalian punya untuk terus memperhatikan tiap gerikku. Entah itu hanya untuk memuaskan rasa keingintahuan kalian atau apa, aku tak peduli. Yang kulakukan hanya berbaik sangka saja pada kalian. Semoga dengan dasar tujuan awal kalian itu, kita bisa menjadi teman bahkan sahabat.
Keingintahuan itu akan semakin terpuaskan jika kalian benar-benar berkenalan denganku dan mencari apapun yang ingin kalian ketahui hanya dengan menanyaiku secara langsung. :)
Aku tak membatasi diriku untuk berteman dengan siapapun. Laki-laki maupun perempuan, bagiku sama saja. Hanya saja, aku membatasi perilakuku terhadap kalian. Perlakuanku terhadap teman perempuan tidak akan sama dengan teman lelaki. Jelas ada batasannya...
Sekali lagi, aku ucapkan terima kasih~ :)
Teruntuk kalian yang berseliweran dalam duniaku,
Apapun argumenmu... aku mencintai kalian karena Alloh...
Tak ada alasanku untuk menyerah terhadap takdir
Walau takdir itu pasti,
Namun apalah arti hidup ini jika dipenuhi kesia-siaan?
Beragam cinta dan benci,
Kutahu itu semua berasal dari-Nya...
Tanpa itu, apalah artinya kehidupan yang fana ini?
Hanya lingkaran membosankan....
Terima kasih...
Tak perlu belajar terbang dari sang burung
Aku punya cara tersendiri
Terbang dengan mimpi-mimpiku...
terbang bersama kalian...
Terbang bersamamu...
Dan bersama, kita terbang...
Diani's
Balikpapan, 03 November 2013
Tak takut dengan masa lalu,
Optimis dengan masa depan,
Dan bersyukur dengan yang sekarang...
#yosh !