Hari ini aku alami fase yang luar biasa. Awal pertemuan denganmu setahun yang lalu. Awalnya aku loh terpaksa banget. Nggak tau apa-apa tentangmu, apalagi tugas-tugas yang tiba-tiba diamanahi kepadaku. Yah, apa peduliku denganmu? Aku yang awalnya pun terpaksa, mau nggak mau ngikutin alur yang ada.
Aku disuruh masuk menjadi pengurus. Tiba-tiba dilantik dan taraaaa.. jadilah pengurus harian yang sumpah, di dalam hati aku cuma bisa ngomong, "Aku musti ngerjain apa?" Dan kamu tau? Dengan berat aku jalani hari-hariku sebagai pengurus. Setengah hati memang. Tapi ya itu, mau nggak mau harus dikerjain. Tiba-tiba disuruh ikut liqo' (red: ta'lim). Waduh, di sini nih aku nggak bisa menghindar dari hidayah Alloh. Aku yang dulu super bebal, tiba-tiba harus berkecimpung dengan teman-teman yang sholeh dan imannya jauh lebih tinggi daripada aku. Aku musti gimana? "Yasudahlah, ikuti alur yang ada..."
Hari ke minggu, minggu ke bulan, bulan ke tahun. perubahanku semakin nyata. Banyak hal positif yang berhasil menghinggap di hati dan otakku. Melekat hebat. Sampai-sampai perubahan itu ditertawakan orang banyak. bayangkan... aku dulu penampilannya nggak jauh-jauh dari jeans (botol), kaos oblong (ketat), sepatu kets, dan jilbab super pendek. Dan hari itu, dengan niat full karena Alloh, aku ubah jeans ketatku dengan rok berkibar. Mereka (red: teman-teman) belum memperhatikan. Karena, aku termasuk cewek yang feminim. Masih suka pakai rok kalau ke kampus. Tapi ya itu, jilbab dan kaosnya belum berubah.
Sampai akhirnya aku putuskan untuk memperpanjang jilbabku. Waow, mulai tuh komentar-komentar berhamburan. Jilbab paris yang tipis itu, aku dobel. Bayangin aja gimana ribetnya pakai dua lapis jilbab sekaligus. Tapi yah, aku coba untuk menikmati. Terus bertahan pada pendirian. Sampai akhirnya aku kalut dan kembali lagi ke jilbab pendekku. Aku kalah telak! Nggak kuat dengan perkataan mereka. Dan kembalilah si 'wanita berbaju minim'.
Dan percayakah kau? Alloh itu Maha Pemberi. Alloh turunkan hidayah-Nya dengan cara yang tak pernah aku duga sebelumnya. Karena melihat mereka (red: teman-teman liqo') yang sangat anggun menggunakan jilbab panjang nan lebar, serta baju yang super longgar, dan aku pun untuk kedua kalinya memantapkan diri untuk memperbaiki diri. Dengan membaca 'Bismillah...' aku ambil semua celana jeans(botol)-ku dan memberikannya pada ibu.
"Bu, jeans-nya dibuang saja. Aku sudah nggak mau pakain jeans lagi. Mulai hari ini, tidak akan ada yang namanya jeans."
Ibuku melongo. antara percaya dan tidak. Haha, tragis banget yak ibuku sampai melongo gitu. Ya gimana lagi, dulu waktu ibu marah gara-gara aku yang hobi beli jeans (botol), aku cuek bebek aja gitu pakai itu setiap hari. Bahkan sampai sempet diumpetin tuh jeans-nya. Tapi ini, aku memberikannya begitu saja tanpa ada embel-embel. Dari sinilah langkah hijrahku dimulai. Sekali lagi, dengan 'Bismillah...' kumantapkan hatiku dan segera menanggalkan kekafiranku.
Lagi-lagi, aku tersadarkan dengan keberadaanku seharusnya. Aku baru mengerti tugasku di dalam kepengurusan harian. Aku mulai terbiasa pakai jilbab dengan jargon, "Berapa lapis? Ratusaaaan..." Biarlah! Aku pun mulai terbiasa dengan tawa hina mereka. Dan aku mulai terbiasa PDKT dengan Alloh yang mengatur ini semua. Tak masalah dengan pandangan mereka. Yang jelas, aku lakukan ini Lillahita'alaa.. tanpa ada paksaan dan tujuan lain yang mengharapkan balasan dari yang lain pula. Kali ini, merekalah yang kalah TELAK!
Alloh yang Maha Baik. Apa yang terjadi pada perubahanku ini? Siapa yang memfasilitasi atau menjadi perantaramu agar aku menjadi baik? Ya, PUSDIMA. Aku bersyukur dipertemukan denganmu. Bertemu dengan armada-armadamu yang luar biasa, hingga aku mengerti posisiku di dalam kepengurusan.
Hai PUSDIMA, aku berkenalan lagi denganmu untuk kedua kalinya. Di tahun yang berbeda, kau masih memberikan aku kesempatan untuk beristiqomah dan meneruskan karya serta perubahan besar untuk dakwah ini. Awalya memang setengah hati, tapi sekarang... aku bekerja dengan hati yang digerakkan oleh Alloh. Yang ada hanya keikhlasan dan ketulusan.
Bismillah...
Ini tahun terakhirku yang kupersembahkan untuk perbaikanmu. Kutuangkan ideku, waktuku, dan tenagaku, semata-mata karena tekad kuatku untuk terus berkarya bersamamu.
"Bekerja dengan hati... Bekerja karena Illahi..."
Cinta tak butuh pengorbanan
Karena cinta merupakan ketulusan
Seperti itulah rasaku
Mengalir bersamamu
Dan menikmati tiap waktu yang kuhabiskan karenamu
Kutuangkan apapun yang kupunya
Walaupun ada sesal,
Dulu aku tak begitu serius dan ada pamrih..
Tapi hari ini,
Aku akan menjadi pelayanmu
Menyerukan kebaikan
Bermanfaat bagi siapapun
Bersinar dikala yang lain menghitam
Menanjak dikala yang lain lelah menggapai
Berwarna ketika yang lain muali usang
Tak akan ada lelah
Ketika keputusanku menuju padamu
Sia-sia tak akan ada
Karena ridho Alloh menyertai
Setiap langkah ini,
Setiap karya yang terpampang,
Itulah bukti..
Yang kelak akan terpampang
Menjadi jejak dan kisah kekal
Akan sebuah proses dan perjuangan
Antara aku, kau, dan kita...
Bersama PUSDIMA merangkai mimpi, tegakkan Islam, tebarkan kebaikan.
Dakwah bukan sekedar menebar kebaikan, tapi seberapa besar pengaruhmu dan seberapa kuat pengaruhmu terikat dalam temali saraf-saraf dan sel-sel otak mereka.
Jangan pernah lelah...
Alloh bersama kita...
Dan akan mengangkat kesusahan menjadi sebuah karya kemenangan...
ALLOHU AKBAR!!
with love~
Dian Ika S., PUSDIMA STIE MADANI Balikpapan..
Berkarya, Berdakwah, Berinovasi, Lanjutkan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar