Entri Populer

~WELCOME~

hari ini dimulai dengan doa dan SENYUMan :)
karena SENYUM membuka kesempatan yang terkadang enggan terbuka
dian~

Kamis, 27 Februari 2014

Pencari Kebenaran #3

Bismillaah...


Kelak hari itu akan datang. Hari kebangkitan yang dinantikan oleh sebagian orang. Mereka yang tau dan sadar akan kebesaran-Nya. Mereka yang senantiasa memuliakan-Nya. Ya, hari di mana semua orang lari tunggang-langgang, kepanikan membuncah, bak segerombolan semut yang dituangi air. Mereka berhambur ke segala arah. Hal itu berlaku bagi mereka yang lupa dengan hari akhir, yang tak tahu-menahu  dengan ketetapan-Nya. Lagi-lagi.. dunia tak berharga lagi ketika hari itu datang...

"Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya."
[Terjemahan Q.S. Al Mu'minuun 23:101]

Lalu, apa yang terjadi setelah itu? Akankah ada yang terselamatkan, layaknya kisah yang di-film-kan dalam film 2012? Tidak! Semua musnah! Sekejap.. dalam hitungan detik.. Hari kehancuran. Jagat Raya luluh lantah.

"Barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."
[Terjemahan Q.S. Al-Mu'minuun 23:102]

Ragukah hati ini untuk terus kumpulkan persiapan dini? Sebelum semua terlambat.. dan kita menjadi orang yang merugi? (Naudzubillaah..) Betapa bahagianya mereka yang hari itu dieratkan timbangannya, hadiah yang terkumpulkan selama di dunia telah digenapkan, wajah mereka bercahaya, tak ada kekhawatiran, tak ada kepanikan...

"Dan barangsiapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam."
[Terjemahan Q.S. Al-Mu'minuun 23:103]

Terbukti, kan? Janji Alloh untuk mereka yang tak banyak melakukan amala-amalan sholih semasa hidupnya di dunia.. Neraka Jahannam. Silahkan bayangkan, bagaimana bentuknya neraka Jahannam.. Silahkan bernegosiasi dengan hati nurani, apakah diri ini sanggup berlama-lama di sana, bahkan KEKAL di dalamnya? Silahkan membesarkan hati dengan pemikiran 'kami tak mungkin selamanya di sana'. Silahkan.. karena ketika hari itu datang, semua akan terbukti dengan nyata dan perkiraanmu itu akan terjawab.

"Wajah mereka dibakar api neraka, dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat."
[Terjemahan Q.S. Al-Mu'minuun 23:104]

Astagfirulloh.. Adakah yang inginkan wajah yang full perawatan ini akan berbentuk seperti itu? Tak usah dibayangkan! Karna mungkin saja, setelah ini akan banyak manusia yang tidak mau pergi merawat wajahnya... Dan bagi yang tertampar dengan ayat ini, dia akan buru-buru menambah perawatan wajahnya, dengan perbanyak sholat, wudhu yang terpancar, aih.. betapa apiknya wajah nan rupawan itu..

"Padahal Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, tetapi mereka benar-benar pendusta."
[Terjemahan Q.S. Al-Mu'minuun 23:105]

Pendusta? Betapa ngerinya julukan itu apabila Alloh-lah yang menjuluki secara langsung dan tepat. Siapa yang ingin dicap sebagai pendusta Alloh? Kita? Mereka? Saya? Kamu? Kalian? In syaa Alloh, tak ada satupun dari kita yang inginkan julukan itu.

------------------------------------------------------
Wahai hati yang tertutup abu Kelud,
Setebal itukah kebencianmu pada kebenaran?
Sesukar itukah langkah kau belokkan ke arah Illahi?
Duhai sang pencermin masa,
Tak ada kata terlambat..
Abu yang setebal itupun,
Bila ditiupkan ruh keimanan.. 
Pasti akan berterbangan
Mengikuti arah angin yang kan kandaskan sisa-sisanya..
Keimana kan suburkan hidupmu,
Mudahkan langkah ke Jannah-Nya,
Beratkan beban pada timbangan kemuliaan..

Apa yang kau tunggu?

Balikpapan, 27 Februari 2013
10.02 wita

Selasa, 25 Februari 2014

Pencari Kebenaran #2

Bismillaah..

"Sebenarnya (hari Kiamat) itu akan tiba kepada mereka secara tiba-tiba, lalu mereka panik; maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu)." 
(Terjemahan Q.S. Al-Anbiyaa' 21:40)

Kalau ditanya, "Dian, sudah siapkah ngadepin hari kiamat?" Jawabanku simpel, "Sudah!" Loh, kenapa saya bisa se-optimis itu? Iya, karena saya yakin bahwa kiamat pasti akan datang, kapanpun dan dimanapun saya berada. Mau menghindar dengan alasan "Yaa Alloh, saya belum siap. Tunda sehari lagi dong kiamatnya".. hei, itu kiamat sist, bukan midnight sale yang bisa ditunda kedatangannya. Eh, pertanyaan laiinya muncul lagi, "Emangnya amalanmu sudah banyak, sampai-sampai sama kiamat kayaknya udah ready banget?" Hem, gini sist.. amalanmu mau banyak atau nggak, menurut saya, yang namanya kiamat itu harus di-ready-in. Datangnya tiba-tiba, loh. Inget, tiba-tiba... perlu saya bold, underline, dan diberi efek italic kah kata-kata 'tiba-tiba'nya? Hehe..

Terus.. si penanya sepertinya belum puas tuh sama jawaban alakadarnya dari saya. Dia nanya lagi deh, "Hem, gini deh, yan.. kamu optimis sama kiamat, terus nggak yakin juga amalannya sudah banyak, kiamatnya juga datang tiba-tiba gitu, kite musti nyiapin apa dong? Masih bingung, nih." (sambil garuk-garuk kepala) Yasudah, gini.. di Al-qur'an pan sudah diterangkan soal hari kiamat, tanda-tandanya apa saja, terus.. buat kita yang masih bingung kudu nyiapin diri buat kiamat-nya gimana, wah.. berarti al-qur'annya cuma jadi pajangan aja, tuh. Oke.. oke.. saya tidak sedang nge-judge. Tapi, kalau itu ngenyindir hati-hati sista semua, saya mohon maaf, deh. Eh, tapi ada bagusnya juga, tuh. Berarti hatinya masih bergetar kalau ngerasa kesindir. *piss*

Kembali ke topik penyiapan diri menghadapi hari kiamat. Kita lihat deh, bencana di mana-mana, umat muslim mulai dibantai-in, sesama muslim saling bentrok, belum lagi maksiat yang merajalela, dimana-mana banyak pasangan non-mahram berduaan, see? dari situ kita bisa ngambil pelajaran. Alloh tengah menguji 'kepekaan' kita terhadap tanda-tanda yang Dia berikan. Kalau kita udah tau tanda-tanda hari kiamat itu, otomatis.. kita pasti jadi rajin sholat, shaum (puasa)nya digenjot, tilawah qur'annya nggak putus, sholat sunnah, zakat, sedekah, infaq, semuanyaaa kita lakuin. Supaya apa? Supaya nanti pas hari kiamat, kita nggak termasuk orang-orang yang terkaget-kaget alias latah gitu loh. Hehe..

Masih bingung? Sama saya juga bingung. Ya, mohon dimaafin ajadeh kalau ada kata-kata yang kurang berkenan. Ilmunya masih cetek soalnya. Tapi, pantang bagi saya untuk 'tidak' menyampaikan kebenaran. Walau ilmu sedikit, kebenaran dan kebaikan itu musti disampaikan. Satu ayat pun nggak masalah.

So, kesimpulannya.. bagaimana pun keadaan imanmu, mau lemah atau kuat, kita HARUS menyiapkan semuanya buat menyambut hari kiamat nanti. Jangan cuma hari Valentine aja yang disiapin (padahal Islam nggak ngajarin itu, tuh). Ayo, berlomba-lomba buat ngumpulin persiapan ke sana. Ya, syukur-syukur kalau kita nggak ketemu hari kiamat. Judulnya kita dipanggil duluan sama Alloh. Eits, walaupun dipanggil duluan pun, persiapannya kudu OKE. Dari sekarang, selagi ada sisa waktu, sebelum perang akhir zaman diletupkan, sebelum air mata darah tertumpahkan, sebelum gunung-gunung dipecahkan, sebelum langit dihancurkan, sebelum air laut tumpah, sebelum kita bergelimpangan tak berdaya, KITA HARUS PERSIAPKAN SEGALANYA MULAI DARI SEKARANG! INGAT! MULAI DARI SEKARANG!


Semoga dapat diambil hikmahnya :)


Balikpapan, 25 Februari 2014
13.47 wita 
Kiamat ada di depan matamu~
Waspadalah!
Bersiaplah!

Rabu, 12 Februari 2014

Temukan Aku #19

Bismillaah...

Tak terhitung banyaknya daun berguguran melintasi langit, ditemani angin semilir, dan harap melabuh..
Musim silih berganti mengiringi hati yang tak menentu.. Aku masih berdiri, raga bergetar, dan hati tak tahu berada dimana..
Sudah berapa lama kita begini? Berdiam diantara kerumunan hati yang berdetak kencang, gemuruhnya memecahkan pilu hati, dan aliran darah yang dipompakan seakan-akan meledak-ledak ke seluruh penjuru pembuluh darah.
Hampir satu dekade hati ini dipisahkan..
Berharap semua membaik, kau terbiaskan, rasa menguap atau menyublim bersama perubahan udara dan kadar oksigen yang menyebar luas..
Namun, langit paparkan wajah yang sama..
Mendayu memanggil hati yang telah kutinggalkan di ruang langit yang lain..
Panas.. Rasanya dentuman itu menghantam keras ke dalam ingatan-ingatan yang mulai rapuh untuk dikembalikan lagi..
Ragamu yang utuh di hadapanku, mengoyak habis kekuatan yang selama ini kubangun..
Kau datang untuk apa? Untuk siapa? Kenapa baru sekarang? Kenapa?

~Silahkan kasih judulnya sendiri~


Diani's
Balikpapan, 12 Februari 2014
21.37 wita
My eight..

Senin, 10 Februari 2014

Temukan Aku #18

Bismillaah...

Setelah hari-hari dalam tahun berlalu..
Ingatan mulai memudar..
Sosok itu menghilang..
Harapan lenyap..
Seketika awan pink mengitari senja..
Cantik..
Hembusan cinta dimana-mana..
Aku terlena..
Bolehkah kumiliki dan kubawa pulang?
Duhai kasih yang terhampar di langit?

Balikpapan, 10 Februari 2014
20.01 wita
.. One thousand years~

Rabu, 05 Februari 2014

Temukan Aku #17

Bismillaah...

Berkali-kali ditolak dan terhalau ingin untuk pergi sendiri keluar kota, perlahan-lahan tersamar. Terkadang, mencoba mengerti dengan keadaan ibu itu lebih baik daripada sekedar mengedepankan ego sendiri demi dapatkan kebahagiaan yang belum tahu kadar keabadiannya. Tak apa, hari ini masih belum bisa pergi kemana-mana. Mungkin nanti... entah kapan waktu itu ditentukan.

Mau cari tiket ke Surga, kan?
Ayo, bersabar...
Kecewa itu hal yang lumrah.. tapi, apa gunanya kecewa dengan ketetapan Alloh?
Nikmati segala kelebihan yang kau punya. Baik dalam keluarga, maupun diri.

Apa yang perlu disesali? :)