Deretan kata-kata itu membelalakkan mata. Nikah muda? Siapa yang tak mau? Itu impianku bukan? Yaa Robb, inilah jawaban atas do'a yang terpanjatkan. Tapi, prinsip kami... beda~ Tak akan ada yang mau menerima perbedaan prinsip. Lelaki yang luar biasa mana pun pasti tak dapat menerimanya. Ini pula yang menjauhkan aku dengannya. Dan kini... berita itu dibawa. Nikah muda. Ditawari dengan kawan dari kawan yang lain. Lagi-lagi... ini seperti flash back. Dulu pun ini pernah terjadi. Herannya, setiap ada tawaran itu... hatiku tak mantap lagi untuk menikah. Padahal, di atas sajadah... keinginan itu sangat menggebu. Hiks~
Nikah muda, yaaaan? Masih ragu? Iya, ragu! Beda holaqah! Kenyataan tak berpihak! Iya, kenapa holaqah menjadi penghalang? Tidak, bukan penghalang. Tapi itu prinsip! Tak mungkin mendidik anak-anak kelak dengan ilmu dan ajaran yang berbeda. Mau jadi apa mereka nanti? Ah!
Biarlah Alloh yang aturkan seemuanya untukku.. Semoga ini tak berkepanjangan~
Itu... dia yang di sana... emmm.. tak taulah...
Telah lengkap kemustajabannya,
Ada aamiin dalam do'a,
Tertunduk pasrah,
Mengharap diam,
Terluka lebih lama dalam sedih...
Muaranya telah memanggil,
Tuk sempurnakan dien,
Alloh ijabah tiap lantunan do'a
Sepertiga malam saksinya...
Kenapa ragu menghinggap?
Sedang Alloh meluluskan,
Yakin pun tak lagi ada,
Aku hanya... inginkan yang sepaham...
Tak ingin ulangi kecewa,
Sungguh...
Sakit mencekam saat melepaskan
Terpilih walau buram
Di masa depan masih tak tampak...
Balikpapan, 02 Desember 2013
Penghujung~
Haruskah?
23.58 wita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar