Kampus bertingkat...
Kampus belantara...
Hujan...
Seminar...
Semua terputar di situ-situ saja. Pertemuan dan perpisahan. Selalu di sekitar bilangan itu. Ah, pilihannya ya hanya empat. Sudah jelas! Selain itu, kita tak akan pernah dipertemukan. Percaya atau tidak, itulah kenyataannya...
Muara yang tak berujung... itu juga bukti bahwa semuanya terus mengalir. Ikuti irama dan gemericik air yang hanya mampu diresapi oleh hati. Memori-memori yang telus berlarian dan masa terus menangkapinya, semua mulai usang tertutup sesal. Ada harap.. dan kau tahu itu. Biarkan aku terus begini tak akan ubah satu hal pun dalam dirimu. Tak percaya? Ayo, kita buktikan!
Hujaaaann... ah, kunikmati lagi wanginya. Lenyapkan badan ini diantara gerimis dan rintik kecil. Apa bedanya? Haha! Gerimis di mana-mana. Masih kuingat saat itu. Gerimis di lantai 3... menanti dan terus menanti.
Mendung. Gerimis. Becek. Basah. Lembab. Lantai tiga. Kerumunan orang. Tangis dalam hati. Rindu. Pertemuan. Perpisahan. Biskuit isi coklat.
Tersebut namamu. Lagi-lagi, dikala rintik hujan. Do'a akan naik ke langit. Temui Sang Maha Kaya. Semoga terkabul. Atau tersimpan sampai waktunya tepat. Dan Al-qur'an yang bernama itu bisa temui dan berkumpul dengan pemiliknya... ~
Rindu yang menggantung.. Rindu yang memecah langit hati.. Rindu yang jatuhkan gemericik airnya.. Rindu... Rindu...
Balikpapan, 21 Desember 2013
22.54 wita
Entah, di kepalaku hanya ada memori di tanggal 20 dan 21 di bulan Agustus. Ada apa denganmu? Kau baik-baik sajakah?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar