Ini foto diambil pada awal tahun 2013
sebelum hijrah...
sebelum aku meninggalkan kegelapan...
Banyak hal yang berubah. Mulai dari sikap, penampilan, akhlak, dan iman. Namun, hanya satu yang tak berubah, malahan bertambah. Ya, rasa cinta yang meningkat tajam kepada sosok itu. Sosok yang menguatkan langkah dan hatiku. Enyak! Eh, kalau beliau ngebaca kata 'enyak' itu, bisa ngomel-ngomel nih, hehe... Piss~ Aku biasa memanggilnya IBU. Perempuan yang dulu selalu mengomel saat aku males mandi (sampe sekarang masih suka males sih, hehe...), merawatku bahkan nggak tidur kalau aku sakit, nungguin aku di ruang tamu kalau aku belum pulang sekolah alias telat pulang, selalu ngelindungin dan belain aku.. walaupun aku salah. Ibu yang sabarnya bener-bener nggak ada habisnya...
Nyak, asal tau saja... Andai dulu Alloh tak sentuh hati ini dengan hidayah-Nya, mungkin sampai saat ini kau masih menitikkan air mata sakit karena sikap dan perilakuku. Entah, berapa kali hatimu kuhancurkan dan engkau masih berikan maaf padaku. Bahkan, dulu... hanya saat Idul Fitri aku meminta maaf padamu. Bu, jika ditanya, untuk siapa semua yang kumiliki sekarang kupersembahkan? Jawabannya dua, Bu. Alloh dan dirimu~
Kupandangi sosokmu..
Walau keriput menghiasi wajah,
tak pernah pudar senyum pelipur lara...
Selalu pancar cinta di balik kemelut...
Wahai malaikat Alloh..
Sutra pun tak mampu tandingi lembut belaianmu..
Sutra pun tak mampu tandingi lembut belaianmu..
Seratus jamaah pun tak dapat tandingi ridhomu..
Dan sejuta cinta di bumi ini, tak mampu lenyapkan cintamu padaku...
Yaa Robb...
Jika kau tetapkan hari itu..
Ijinkanlah kulukiskan bahagia di hatinya..
Antarkannya dengan kesholehanku..
Terangkat padanya atas kemuliaan~
Aamiin~
Balikpapan, 19 Desember 2013
23.43 wita
hari ini nggak ada ketemu Enyak :'(
muah!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar