Bismillah...
Aku kalut. Entah musti berbuat apa. Aku merasa diriku ini jahat. Mengambil alih kebahagiaan yang lain dan merasa senang atas itu. Padahal aku sudah pernah merasakan bagaimana sakitnya ditinggalkan dan tak pernah mendapatkan apa yang aku harapkan dalam tiap do'a. Ah, akunya saja yang ke-GEER-an mungkin. Dia belum pernah bilang secara serius. Dan aku harap, tak ada apapun di dalam pertalian ini. Ah! Makin ngelantur. Kenapa mesti mengharapkan yang tidak pasti? Ini nih, yang malahan membebani pikiran. Hanya bisa menangis dalam do'a. Merasa berdosa dan malu pada Alloh. Sesak. Mau kepada siapa lagi aku mengadu? Karena Alloh is the only one who know me so well :')Untuk senja yang selalu menemani hati dan hariTerima kasih atas apapun yang telah diberikanAkupun tak berani menuntut banyakHanya berharap diam-diam dalam doaHai, senja yang selalu menyejukkan hati...Tak sadarkah kau bahwa ada seseoarng yang tengah mengharapkanmu?Bukan aku!Tapi dia yang mungkin merasakan getaran yang samaDan kamu tau?
Saat ini kepalaku penuh dengan kamu dan diaRasanya menghimpitAku tak pernah suka dengan situasi iniDimana aku harus bijak,Dan kamu tau?Aku tak pernah mampu untuk bijak...
Kamu melihatku karena apa?
Semoga tak ada kata 'karena' dalam ulasanmu
Semoga tak ada kata 'karena' dalam ulasanmu
Aku harap-harap cemas
Antara hati dan pengorbanan
Antara kamu dan dia
Antara teman dan masa depan
Ah!
Kamu tahu?
Aku nyaris menyerah dan melepaskanmu
Aku harus bagaimana?
Ah, aku lupa...
Kamu pun tak tahu tentang apa yang aku rasa
Aku memilih diam
Bingung harus memulainya
Bingung dengan apa hakku untuk itu
Dan bingung dengan KITA
Aku memang manusia baru di hidupmu
Tak tahu masa lalumu dengan baik
Tak tahu siapa saja yang pernah singgah di hatimu
Dan akupun lelah untuk memintamu bercerita
Maaf, Aku lelah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar