Saat kutemukan diriku yang dalam keadaan lemah nyaris tertanam oleh ranah keputusasaan..
Hanya satu yang kuingat..
Innalloha ma'anaa..
Innalloha ma'anaa..
Adakah senyum menemani hari ini?
"Iya, ada!"
Adakah semangat menggebu yang terkepal di udara seperti hari kemarin?
"Hm, ada kok!"
Bagaimana dengan volume kehadiran ide cemerlangmu untuk tiap lembaran amanah yang tertelungkup? Masihkah berisi penuh?
Bagaimana dengan volume kehadiran ide cemerlangmu untuk tiap lembaran amanah yang tertelungkup? Masihkah berisi penuh?
"Hm, saya rasa sudah berkurang.."
Gerka gesit dan lincah langkahmu, apakah masih setulus raga yang dialari darah?
"Argh! Sudah mulai melemah ritmenya.." :'(
Ada apa, Dian? Masihkah kurang segala fasilitas penggerak yang diberikan-Nya?
"Nggak kurang, kok. Malah berlebih.."
Terus, apa yang kau risaukan?
"Kelelahan yang mulai menghinggap. Kepayahan yang mulai menggamit pundakku. Kebosanan yang merenggut semangat berdegupku. Ah~"
Kenapa tak kau adukan pada-Nya?
"Mencari-Nya saja aku kepayahan. Hiks.. semuanya serba kritis. Hanya ingin menangis. Tertelungkup miris. Ada harap dan mimpi yang tertepis. Lelah mengikis. Sesak menggilis. Aku bisa apa?"
Adukan! Coba dulu! Lihatlah seberapa inginnya Dia melihatmu memohon sambil menitikan air mata. Tidakkah kau rindukan masa-masa mengharukan itu? Dia yang membelai ragu dan dukamu hingga lenyaplah semua, apa tak kau inginkan itu lagi?
"Aih, iyaaa.. Ada Alloh.. Selalu ada Alloh.. terima kasih hati.."
--------------------------------------------
Balikpapan, 08 Maret 2014
23.33 wita
mengiris tegar..
Aku rapopo~
Aku rapopo~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar