Berawal dari hobi mencoret di media manapun.. Rasa cinta terhadap bentuk-bentuk tulisan.. Selalu iri terhadap hasil karya orang lain. Dan selalu merasa, "Kalau mereka bisa, kenapa aku nggak?".. Berawal dari itu.. Kutuangkan segala emosiku dalam satu lembar kertas. Semakin sering, semakin menumpuk, menjadi berlembar-lembar kertas, dan pada akhirnya menjadi satu buku dengan karya orisinil tulisan tanganku. Kau biasa menyebutnya apa? Yap, Buku Diary. Entah, sejak kapan itu semua muncul. Mulai dari bahasa alay, sampai akhirnya normal lagi. Mulai dari cinta monyet jaman SD, sampai masa-masa SMA kelabu yang penuh warna dan cerita.
Awal karir di dunia kepenulisan (pernah berkarir, ya? 0.o), karya-karya yang kubuat, aku jual ke teman-teman yang waktu itu minta tolong dibuatin karangan. Inget banget, deh.. masa-masa ujian praktek yang serba ruwet, mereka yang senang praktis, dan aku yang senang sama duit, terjadilah transaksi itu. Mereka dapat nilai, aku dapat duit. Ehehe..
Sebelum itu, aku pernah membuat satu cerpen sampai TAMAT. Ya, masa-masa SMP. Masih berkutat di cinta monyet yang masa itu lagi demen-demennya bikin tulisan berdasarkan rasa suka ke satu orang. Aih, malu.. udah, gitu aja untuk yang masa SMP :')
Dunia tulis-menulis, ketik-mengetik, sempat aku tinggalkan. Vakum beberapa tahun dan bakat itu mulai meluntur. Tapi, semuanya kembali muncul lagi di permukaan. Karena seseorang lagi, akhirnya aku mulai menulis. Menuangkan kembali isi kepalaku, dengan satu tokoh yang menginspirasi, kugunakan kata-kata yang sering kujumpai dalam setiap buku yang kubaca, kubiarkan semua mengalir, sesuai hati, sesuai pikiranku. Awalnya gemas.. karena ujung-ujungnya, cerita-cerita yang sudah tertuangkan dengan tulus itu, sampai sekarang belum dituntaskan semuanya. Tapi, aku senang menulis. Walaupun sekarang sudah ada laptop dan aku nggak perlu berpegel-pegel ria buat nulis di atas kertas lagi, aku tetap suka menulis. Satu cerita, bersambung ke cerita yang lain, dengan tokoh yang sama, dan Alhamdulillaah.. cerita nyata dengan tokoh yang sama itu sudah kubukukan. Eh, but so sorry.. It's not for sale :)
Mimpi buat jadi penulis terkenal? Hem, pengeenn bangeeeet! Intinya gini. Dari kata-katanya Bang Tere Liye, "biasakan menulis setiap pagi", aku memulai semuanya dari situ. Yah, cuma sedikit, tapi mudah-mudahan membawa manfaat. Sedikit tapi rutin, itu lebih yahut banget deh. Ala bisa karena biasa~
Semua orang di dunia ini adalah 'penulis'. Kok bisa? Ya, karena sedari kecil, kita sudah diajari dan dibiasakan untuk menulis. Suka atau tidak, kita sudah familiar dengan ilmu itu. Bedanya, orang-orang yang bisa menerbitkan buku seperti Teteh Asma Nadia, Bang Tere Liye, Ust. Felix Siauw, mereka mengasah kemampuan mereka yang sudah ada itu dengan terus belajar, berlatih, berguru, dan mengambil ilmu-ilmu dari manapun untuk dituangkan dalam karya-karya mereka. Hasilnya? Luar biasa! Beda banget sama hasil karyaku yang masih amatiran ini. Pertanyaannya, Sampai kapan label amatiran itu bersanding di jidatku? Nggak perlu nanti. Kalau perlu sekarang.. labet amatiran itu harus lenyap. Ihiiiirr~ optimis banget! Iya dong, harus!
So, selamat menulis! Tuangkan semua yang ada di kepala. Biarkan isi yang semerawut itu terus mengalir. Banyak membaca. Lebih baik mengulang dan menengok lagi tulisan-tulisan yang ada. Buat karya terus! Ganbatte!
--------------------------------------------------------------
Balikpapan, 03 Maret 2013
09.17 wita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar