Entri Populer

~WELCOME~

hari ini dimulai dengan doa dan SENYUMan :)
karena SENYUM membuka kesempatan yang terkadang enggan terbuka
dian~

Minggu, 08 September 2024

Bunga Matahariku #1

Memang semua orang tua punya caranya sendiri, termasuk ibuku. Ketika Ia kirimkan aku ke dalam rahimnya, aku yakin banyak pengharapan yang baik. Lalu, aku lahir ke dunia—namun banyak goreskan luka di hatinya. Banyak kulihat dia menangis karena kecewa atau hal-hal tak berjalan sesuai inginnya. Tapi.. sekarang aku sudah sebesar ini. 31 tahun usiaku, anak-anak kecil yang lucu ada 3, aku melewatinya tanpa sosokmu. — 


Hari-hari terlewati, hingga bulan berlalu, tahun berganti. Aku sekuat itu? Tidak. Aku banyak mengeluh, menyerah, memaki diri, bahkan.. aku lupa menyaksikan banyak hal untuk bersyukur. 

Awalnya, aku banyak menyalahkanmu, tapi seiring waktu, aku berterima kasih padamu yang ajarkan banyak hal dan sampai detik ini aku ingat dengan baik. Aku rindu.. tapi tak bisa berjumpa. Tinggal di rumah yang biasa ada suaramu itu.. ternyata begitu berat. Kenangannya selalu lewat, sesaknya kehilanganmu juga begitu.

Tapi tak apa.. aku memang dihadirkan di dunia untuk selalu menjadi kuat. Di segala kondisi, aku bisa lewati semua. Oiya, kadang dan mungkin sering sekali, aku selalu minta apapun ke Alloh, lucunya.. Alloh kabulkan semua. Kadang aku lupa pernah minta, sampai selang 13 tahun berlalu, do’a itu terkabul. 

Yang hidup tetap lanjutkan hidup, walau dengan duka dan kesedihan yang terus tersimpan, aku yakin.. kelak rasa ini akan terus ada walau tak tumbuh. Bagaimana menyakitkannya kehilangan sosok yang selalu ada di setiap kondisiku. Terima kasih.. rasa sakit, sayang, cinta, marah, dan ketulusanmu, semoga Alloh berikan balasan Surga. 


—Bunga Matahariku, Ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar