Bismillaah..
Pernah merasa ditinggalkan dan dicampakkan?
Bagaimana keadaanmu waktu itu?
Sakit? Kecewa? Patah hati? Atau dunia serasa berhenti?
Bagaimana keadaanmu waktu itu?
Sakit? Kecewa? Patah hati? Atau dunia serasa berhenti?
Bukan masalah berapa kali kau dikecewakan oleh cinta.
Poin terpenting adalah...
Seberapa besar usahamu untuk bangkit dan menyelesaikan urusan hatimu yang tak kunjung selesai dan berujung itu.
Percayakah, bahwa Alloh akan datangkan seseorang yang pantas, yang memang seharusnya bersanding denganmu?
Kapankah Alloh mempertemukan?
Tak perlu menanyakannya 'kapan'...
Kapankah Alloh mempertemukan?
Tak perlu menanyakannya 'kapan'...
Selesaikan dan perbaiki dulu hatimu yang telah ternodai oleh cinta duniawi itu dan segera gosok hingga bersih dan tak bersisa bercak-bercaknya.
Tak masalah jika hari ini kamu tengah mempersiapkan dirimu untuk menjemput Sang Jodoh yang katanya telah dipersiapkan hanya untukmu.
Tapi ingat, apakah hatimu sudah benar-benar bersih?
Akupun pernah merasakan sakit yang luar biasa atas cinta sementara itu.
Pernah suatu hari aku harus melepaskan seseorang yag sudah lama di hidup dan hati ini.
Tapi, sesuatu yang tidak terikat secara sah memang harus diakhiri, bukan?
Itu satu dari sekian banyak kisah.
Itu satu dari sekian banyak kisah.
Ada juga aku yang diuji dengan cobaan terberat (lagi).
Disaat kamu berharap dan menggantungkan namanya di setiap sholatmu, dan ternyata bukan dia yang akan mengisi hari-harimu, dan juga bukan aku yang mengisi hari-harinya, aku hanya bisa menerima segalanya dengan penuh harap dan kelapangan dada.
Jika kamu ada di posisiku, apa yang akan kamu lakukan?
Marah pada Alloh dan meninggalkan-Nya?
Marah pada Alloh dan meninggalkan-Nya?
TIDAK!!
Percayalah, itu tidak ada gunanya.
Aku malah semakin mendekat pada-Nya dan pasrah atas apa yang DIA tujukan padaku.
Memang ada kekecewaan, tapi ingat,
"Sebaik-baik rencana manusia... masih lebih indah rencana Alloh Subhanahu wa ta'alaa..."
Tak ada rasa marah ataupun sesal.
Aku biarkan semua mengalir dan tak kubiarkan diri ini terjebak dalam luka yang sama.
Perbaikan diri pun semakin ku gencarkan.
Tak peduli apa kata 'mereka', aku terus melangkahkan kaki ini demi kebaikan diri.
Bicara soal jodoh, tak akan pernah ada habisnya.
Alloh selalu pertemukan kita dengan orang-orang baru yang dengan kerelaan hatinya mengisi hari-hari kita.
Hati yang awalnya kelabu, mendadak cerah seperti senja yang menyeruakkan jingganya hingga merambat ke seluruh penjuru langit.
Dan satu hal, berdoalah atas dasar kebaikan dan niat untuk memperoleh rahmat-Nya.
Sesuatu yang dimulai dengan kepamrihan, maka berakhir pilu dan mengecewakan hati.
Tak perlu menggantungkan harap kepada seseorang.
Walaupun hati menginginkannya, tapi biarlah itu hanya terlantun dalam doa.
Tak perlu terekspos apalagi ada embel-embel di dalamnya.
Biarlah Alloh yang mengatur segalanya, agar berakhir SANGAT INDAH bahkan TERLALU INDAH hingga bidadari-bidadari langit pun cemburu.
Dan awali itu atas dasar kecintaan kami (kita) hanya kepada-Nya.
Dia-lah sang pemilik langit. Mengatur segala hal. Dari kelahiran, kematian, jodoh, rizky, bahkan musibah-musibah yang kita alami.
Alloh Yang Maha Luas Pemberiannya, tak akan pernah membiarkan hambanya terseok sendiri menjalani hari yang pilu, tanpa uluran tangan-Nya, tanpa kehangatan dekapan hidayah-Nya.
Jangan sungkan untuk berdoa. Jangan malu untuk meminta. Dan jangan pernah berhenti untuk berharap.
Semoga ini menjadi pelajaran kita semua.
Sebab cinta yang besifat keduniawian tidak akan pernah menghantarkan kita ke dalam lautan kebahagiaan akhirat...
Wallohu'alam bishshowab~
~Jingga dan Senja~
Sang Inspirasi
Menggantikan Pelangi
Melengkapi langit
Bukan menggurui,
tapi hanya memberi tanpa berharap lebih...
thanks to Alloh
my future husband (who is?)
my family
my family
my mom..
my past
and my life :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar